Dalam menghadapi kompleksitas kejahatan transnasional yang tidak mengenal batas negara, Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) memainkan kerja sama internasional yang krusial. Kejahatan seperti terorisme, perdagangan narkoba, pencucian uang, hingga kejahatan siber memerlukan penanganan lintas batas yang efektif, menuntut sinergi antarlembaga penegak hukum dari berbagai negara. Pada tanggal 10 April 2025, dalam pertemuan Interpol Regional Asia Tenggara di Singapura, perwakilan Mabes Polri, Komjen Pol. Budi Santoso, menekankan pentingnya kolaborasi data dan intelijen untuk menumpas jaringan kejahatan global.

Kerja sama internasional Mabes Polri diwujudkan melalui berbagai mekanisme. Salah satunya adalah keanggotaan aktif dalam organisasi kepolisian global seperti Interpol. Melalui Interpol, Mabes Polri dapat berkoordinasi langsung dengan kepolisian dari 195 negara anggota lainnya untuk melacak buronan, bertukar informasi intelijen, dan mengidentifikasi modus operandi kejahatan baru. Contoh nyata keberhasilan kerja sama ini terlihat pada bulan Mei 2025 lalu, ketika Mabes Polri berhasil meringkus seorang gembong narkoba internasional yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol, berkat koordinasi cepat dengan kepolisian Thailand dan Malaysia.

Selain itu, Mabes Polri juga menjalin kerja sama internasional bilateral dan multilateral dengan berbagai negara. Perjanjian ekstradisi, Mutual Legal Assistance (MLA), dan pelatihan bersama menjadi pilar penting dalam memerangi kejahatan lintas negara. Misalnya, program pelatihan anti-terorisme yang rutin diadakan bersama kepolisian Australia dan Amerika Serikat di fasilitas kepolisian Indonesia, melatih personel Densus 88 AT dengan teknik terbaru dalam penanggulangan terorisme. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum Indonesia, tetapi juga memperkuat jaringan keamanan regional.

Pentingnya kerja sama internasional juga terasa dalam penanganan kejahatan siber yang semakin canggih. Kejahatan ini seringkali melibatkan pelaku dari berbagai negara, membuat penegakannya sangat sulit tanpa koordinasi lintas yurisdiksi. Mabes Polri, melalui unit siber mereka, aktif berpartisipasi dalam forum-forum keamanan siber global untuk berbagi pengalaman, mengembangkan strategi bersama, dan melacak jejak digital pelaku kejahatan siber. Dengan demikian, peran Mabes Polri dalam kerja sama internasional menjadi sangat strategis dalam menjaga keamanan nasional dari ancaman kejahatan yang semakin kompleks dan tanpa batas.